Walikota Rai Mantra : Jangan Jadikan Anak Objek Produksi

  • 26 Agustus 2013
  • Oleh: setda
  • Dibaca: 1848 Pengunjung
Walikota Rai Mantra : Jangan Jadikan Anak Objek Produksi Denpasar,Pesatnya pertumbuhan ekonomi di Kota Denpasar membawa dampak pada permasalahan sosial salah satunya masalah kemiskinan. Masyarakat yang bermigrasi dari Kabupaten lain di Bali ke Kota Denpasar melebur dengan warga untuk mengadu nasib. Kurangnya kesiapan skill dan pendidikan masyarakat urban ini untuk hidup di Kota Denpasar terpaksa mereka harus hidup menggepeng, bahkan tidak sedikit diantara mereka harus bekerja keras menjadi tukang suun dipasar Badung. Melihat hal tersebut Pemerintah Kota Denpasar dibawah kepemimpinan Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota I GN Jaya Negara bekerjasama dengan LSM Lentera Anak Bali (LAB) peduli dengan memberikan fasilitas tempat belajar bagi anak-anak buruh suun di ruang aula Pasar Badung lantai IV, untuk dapat mengenyam pendidikan setiap hari Jumat dan Sabtu. “Dua tahun perjalanan LAB di Pasar Badung sangat membantu pemerintah dalam menangani masalah sosial, seperti keberadaan pekerja anak dibawah umur di pasar Badung, hal ini harus terus berjalan melakukan upaya permberdayaan kepada anak-anak yang seharusnya mengenyam pendidikan bukan untuk bekerja,” ujar Walikota I.B Rai Dharmawijaya Mantra didepan pengurus LAB, dipimpin oleh Ketua Bidang Hukum Luh Putu Anggreni, Senin (26/8) diruang kerjanya Kantor Walikota Denpasar. Lebih lanjut dikatakan keberadaan anak-anak di Pasar Badung ini tidak saja mengganggu masa depan anak juga dapat berdampak pada kasus trafiking dan eksploitasi seksual terhadap anak, serta dikawatirkan nantinya dapat terlibat dalam dunia prostitusi seks anak. Hal ini harus terus dilakukan pemberdayaan dengan memberikan pendidikkan etika dan peningkatan mental spiritual mereka. Disamping itu terkait masalah mempekerjakan anak-anak di Pasar Badung, diharapkan kedepan Pasar tradisional dapat dijadikan sebagai tempat pendidikan bagi anak-anak seperti pendidikan anak usia dini serta akses pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak. Sehingga diharapkan anak-anak ini dapat terlepas dari rantai tindakan kekerasan. Ketua Bidang Hukum LAB, Luh Putu Anggreni mengatakan sejak dua tahun terakhir pihaknya telah memberikan pendidikan dan perhatian kepada anak-anak tukang suun di Pasar Badung melalui Kelompok Keaksaraan. Selain diajarkan baca tulis, anak-anak tukang suun juga diberikan berbagai pelatihan keterampilan. Anak-anak itu sebagian besar tidak pernah bersekolah dan anak putus sekolah, berusia antara 6 tahun hingga 14 tahun. Sebagian besar dari mereka anak tukang suun berasal dari luar Kota Denpasar. Kegiatan belajar itu dilakukan setiap dua kali dalam seminggu, yakni Jumat dan Sabtu dengan materi pelajaran meliputi membaca dan menulis, berhitung, hingga kesehatan dan kebersihan. ''Kami berharap anak-anak tukang suun yang belum ikut belajar di kelompok ini agar bisa bergabung. Kalau tidak mau pagi, kami akan buka kelompok baru,'' ujarnya. LAB bekerja sama dengan Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan, Disdikpora, PD Pasar Denpasar serta menghadirkan Yayasan Rama Sesana. menurutnya mempekerjakan anak di bawah umur sejatinya melanggar undang-undang perlindungan anak. Karena itu, semua wajib mengingatkan agar para orangtua tetap memberikan anak-anaknya waktu untuk mengenyam pendidikan. Saat ini yayasan LAB memiliki 50 Siswa dari anak-anak Tukang Suun Pasar Badung. LAB terus berusaha untuk memberikan akses pendidikan kepada anak, yang lebih membangkitkan nilai mental anak-anak. Dari sekian anak telah memilik perkembangan baca tulis hitung, disamping mereka selama ini dituntut oleh orang tua untuk menjadi pekerja anak di Kota Denpasar. “Kami terinspirasi untuk membuat PAUD disamping sebagai sanggar belajar, dan saat ini sudah mengarahkan menjadi Pusat Kegiatan belajar Mengajar (PKBM) untuk memungkinkan mereka dapat mengejar paket A, B dan C,” ujarnya. Disamping itu juga LAB bekerjasama dengan lembaga lain dan saat ini telah memiliki perpustakaan mini di lantai IV Pasar Badung, sehingga anak-anak dapat meningkatkan kualitas dalam akses mengenyam pendidikan. (Ngurah HUMAS Dps)

  • 26 Agustus 2013
  • Oleh: setda
  • Dibaca: 1848 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Sekretariat Daerah Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?